Cheung Chau menawarkan perpaduan yang kaya dan khas antara sejarah, keindahan alam yang menenangkan, serta beragam objek wisata modern, yang cocok baik bagi wisatawan yang datang untuk kunjungan sehari, maupun yang ingin berlama-lama menikmati pesona dan budaya unik pulau ini.
Pulau ini menyajikan beragam daya tarik meski wilayahnya relatif kecil. Pulau ini memiliki deretan restoran hidangan laut populer di tepi laut yang terletak tepat di sebelah dermaga feri, yang menawarkan pemandangan matahari terbenam yang menenangkan serta akses menuju pantai berpasir dan teluk-teluk tersembunyi di sekitarnya.
Tersedia juga jalur pendakian ramah keluarga yang menyuguhkan pemandangan pesisir yang memukau dan banyak spot foto Instagramable dengan budaya kafe yang kental.
Pulau ini juga menyuguhkan beberapa kuil yang didedikasikan untuk dewa-dewa Tao, yang diyakini sebagai pelindung para pelaut, serta menjadi tempat diadakannya kompetisi memanjat ‘bun tower’ setiap tahun dalam Festival Cheung Chau Jiao (yang berarti ‘persembahan keagamaan’ atau ‘ritual pemujaan’), yang mencerminkan tradisi nelayan di pulau ini.



Pantai di Cheung Chau memang terlalu tenang untuk berselancar, tetapi hal itu tidak menghentikan para pecinta selancar lokal untuk mencari cara kreatif menikmati olahraga ini. Kini, keluarga pun dapat menikmati pengalaman berselancar di Cheung Chau Surf Park.
Instruktur di fasilitas selancar ‘kolam ombak’ ini membantu siapa pun, mulai dari anak-anak usia empat tahun ke atas, mengenal olahraga ini di lingkungan yang aman dan dalam pengawasan. Teknik bodyboarding, berlutut, hingga berdiri di papan diajarkan di sini dengan aliran air bertekanan jet yang terkendali sehingga menciptakan gelombang setinggi pergelangan kaki, yang cocok untuk belajar cara berselancar atau meningkatkan kemampuan berselancar.
Taman ini terletak tak jauh dari Pantai Tung Wan, dilengkapi dengan fasilitas ruang ganti, mandi air panas dan dingin, serta area BBQ.



Jalur yang membentang ke dalam dari Pantai Kwun Yam mengarah ke Mini Great Wall, jalur pendakian dengan paving sepanjang 850 meter yang menenangkan dan merupakan bagian dari Cheung Chau Family Trail yang membentang mengikuti garis pantai selatan pulau. Pagar batu di sepanjang jalur yang dibangun pada tahun 1997 ini dirancang menyerupai Tembok Besar Tiongkok. Pendakian ini awalnya cukup curam, tapi kemudian menanjak landai dengan suguhan pemandangan laut yang menghadap Pulau Hong Kong dan Pulau Lamma. Sepanjang perjalanan, Anda akan melihat beragam formasi batuan unik yang menyerupai hewan, serta berbagai jenis burung, yang banyak di antaranya singgah di pulau ini saat musim migrasi.
Jarak: sekitar 1 km | Waktu: sekitar 20 menit | Tingkat Kesulitan Jalur: mudah



Pengunjung yang tak terhitung banyaknya telah menikmati hidangan laut khas Cheung Chau. Anda bisa menemukan tempat ini cukup dengan belok ke kiri setelah turun dari feri.
Deretan restoran di ujung utara Pak She Praya Road (yang lebih dikenal sebagai ‘Seafood Street’) menawarkan pengalaman bersantap di ruang terbuka di samping pelabuhan dengan pemandangan laut yang menawan, perahu yang bergoyang pelan serta matahari terbenam yang memukau.
Nikmati berbagai hidangan laut segar dari menu harian. Anda juga bisa membawa ikan pilihan sendiri, yang dibeli dari pedagang ikan lokal di pulau ini yang bangga menawarkan ikan kerapu, cod, lobster, dan kepiting yang segar nan lezat. Harganya bervariasi tergantung musim.


Tung Wan Tsai (atau dikenal juga sebagai Coral Beach) menawarkan pemandangan yang berbeda dari Tung Wan dan Kwun Yam Wan, dua pantai yang lebih populer.
Pantai kecil nan menawan ini tersembunyi di teluk pribadi, dengan rimbunnya pepohonan hutan yang menjulur hingga ke pasir sehingga menyajikan pemandangan laut menakjubkan menghadap Hong Kong, seolah pengunjung sedang berada di dunia lain. Namun, pengunjung sebaiknya tidak berenang di pantai ini.


Amah Rock Viewpoint di Cheung Chau menyuguhkan kumpulan batuan permukaan dan tebing batu besar yang tampak seolah menentang gaya gravitasi
Di puncak bukit, terdapat sebuah batu khas yang menyerupai sosok wanita sedang menggendong anak yang menjadi asal-usul nama tempat ini.
Formasi batuan unik ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alam yang autentik, tetapi juga menjadi latar yang sempurna bagi para pengunjung untuk berswafoto.
Distance: about 2 km | Time: about 30 minutes | Difficulty: easy



Saat cuaca cerah, North Lookout Pavilion, yang merupakan titik tertinggi di pulau ini, serta semenanjung Pak Kok Tsui yang tidak jauh dari situ, menyajikan pemandangan memukau nan Instagramable. Dari titik pandang ini, Anda dapat melihat seluruh Pulau Cheung Chau, bahkan hingga Pulau Lamma dan Jembatan Tsing Ma yang ikonik yang menjadi penghubung antara Pulau Lantau dan pusat kota. Matahari terbenam di sini sungguh menakjubkan.



Gang dan alun-alun di sekitar Chung Hing Street telah dibenahi dalam beberapa tahun terakhir, guna menarik wisatawan dan penduduk generasi muda yang mencari pilihan alternatif dari sajian tradisional Cheung Chau.
Telusuri Chung Hing Street untuk menemukan restoran dengan area makan terbuka yang menyajikan hidangan khas Malaysia dan Vietnam, sarapan siang bergaya internasional, serta kopi dengan aroma menggoda, untuk bersantai sambil menikmati suasana kehidupan sehari-hari pulau ini.
Di luar kawasan Seafood Street, perpaduan tradisi dan suasana modern di Cheung Chau tampak paling menonjol di jalan-jalan kecil dalam pulau. Di jalan-jalan ini, budaya kopi khas pulau berkembang bersama cha chaan teng khas Hong Kong serta toko-toko lokal yang menyediakan kebutuhan sehari-hari warga setempat.
San Hing Street, yang terletak satu blok di utara tepi laut, merupakan contoh sempurna yang menyuguhkan beragam pilihan menarik untuk berbagai selera. Di sini Anda bisa menikmati bubble tea atau teh dingin segar, menyantap pizza, menikmati hidangan khas India, atau menyeruput kopi dan mencicipi kue sambil merencanakan destinasi berikutnya.
Ingin berwisata glamping dan petualangan? kunjungi Saiyuen Camping Adventure Park. Taman yang memiliki luas area hampir 500.000 kaki persegi ini tersembunyi di ujung barat daya Pulau Cheung Chau. Tempat ini menawarkan akomodasi dalam beragam gaya dan ukuran yang dilengkapi AC. Pengunjung juga dapat mendirikan tenda sendiri. Selain menawarkan beragam aktivitas luar ruangan, seperti berjalan di jembatan kanopi di antara pepohonan, serta kelas memasak dan lokakarya kerajinan tangan di alam terbuka, Saiyuen juga menyediakan aktivitas seru yang cocok dilakukan bersama keluarga dan teman dari segala usia.
Pilihan akomodasi bernuansa klasik dapat ditemukan di Warwick Hotel, yang terletak di tepi laut East Bay, di bagian selatan Tung Wan. Hotel ini menawarkan beragam fasilitas dan layanan berbintang tiga yang lengkap. Sebagian besar dari 65 kamarnya dilengkapi balkon yang menyuguhkan pemandangan laut menakjubkan. Hotel ini menyajikan hidangan khas Barat dan Tiongkok, termasuk dim sum.
Dari Stasiun MTR Hong Kong, Pintu Keluar E1 atau F
Catatan: Silakan kunjungi situs web Sun Ferry untuk melihat jadwal keberangkatan lengkap.
Menuju Central
Naik feri yang sama dari Cheung Chau Ferry Pier menuju Central Pier 5.
Catatan: Silakan kunjungi situs web Sun Ferry untuk melihat jadwal keberangkatan lengkap.
We use cookies to ensure that we give you the best experience on our website, to understand your interests and provide personalized content to you as further set out in our Cookie Policy here. If you accept the use of cookies on our website, please indicate your acceptance by clicking the "I accept" button. You may manage your cookies settings at any time.