Teh China

Teh China Teh China Teh China

Konon ditemukan Kaisar Shennong sekitar 2737 SM, teh telah bersinonim dengan budaya China selama ribuan tahun. Kapal-kapal membawanya melewati Hong Kong menuju Eropa di mana teh menjadi minuman nasional Inggris. Teh biasanya disajikan bersama makanan di restoran China dan bagi banyak pengunjung, rasa paling dikenang adalah teh aroma bunga atau teh hijau.

Dari aroma lembut teh bunga krisan hingga rasa teh hijau yang lebih rumit, masyarakat Hong Kong menggunakan beragam seduhan untuk berbagai alasan: menghilangkan haus, membantu pencernaan, demi kesehatan, dan sebagai bumbu berbagai hidangan. Di Hong Kong terdapat beragam teh yang diimpor dari propinsi-propinsi dan kota-kota China, seperti teh Tie-guan-yin Fujian, teh Sumur Naga Hangzhou, dan teh Pu-erh Yunnan. Yang populer dari Taiwan adalah teh Oolong Don-ding.

Teh Herbal
Sebagai salah satu pengobatan pertama yang dicari saat terserang flu, sakit tenggorokan atau bahkan jerawat, teh herbal adalah bagian murni kehidupan Hong Kong. Banyak teh herbal dipercaya mengusir panas dari tubuh, membuatnya menjadi cara populer untuk memerangi kelembaban lengket iklim Hong Kong. "Variasi 24 Pahit", Teh Sulur Kacang Cinta, dan Teh Campuran Herba adalah beberapa tipe populer yang dipercaya membantu meringankan berbagai gejala, dari bau mulut hingga penyakit hati.

Secara tradisi, teh herbal dijual di toko khusus teh herbal, yang juga menawarkan minuman kesehatan. Toko-toko ini masih dapat ditemukan di Hong Kong; Kung Lee telah melayani pelanggan di Central sejak 1948, demikian juga Good Spring Company yang telah berusia seabad. Karena kepopulerannya di Hong Kong, teh herbal dapat ditemukan dalam botol-botol plastik di rak-rak pasar swalayan, berbagi tempat dengan minuman ringan paling populer dunia.

Membeli Teh China
Tersedia di pusat perbelanjaan, pasar swalayan, toko khusus teh, dan warung teh, teh China adalah hadiah istimewa, khususnya jika dibungkus cantik dalam kemasan tradisional. Teh tersedia dalam beragam bentuk, termasuk bubuk, gumpalan, balok atau bongkahan, dan daunnya dinilai berdasarkan warna alami, aroma dan rasa.